Artikel

Kualifikasi Penting untuk Memilih Pengacara yang Tepat

Dalam menghadapi suatu permasalahan hukum, sudah selayaknya anda mempertimbangkan dengan bijak untuk memilih pengacara yang tepat. Sebab anda akan menerima nasihat hukum dan arahan penanganan lebih lanjut atau bahkan penyelesaian atas permasalahan hukum anda, hingga mempercayakan informasi ataupun dokumen rahasia anda.

Dibawah ini kami akan menguraikan beberapa kualifikasi penting untuk memilih pengacara yang tepat untuk anda, yaitu:

1. Referensi Klien
Anda dapat mencari tahu informasi dari kolega anda untuk referensi pengacara, sebagaimana klien dapat menginformasikan etos kerja dan hasil kerja dari pengacara ini, dan juga kolega anda kemungkinan besar akan menyampaikannya dengan jujur.
Selain itu, anda dapat mencari informasi dengan sumber lainnya seperti berita, media online, hingga asosiasi atau pengacara lain. Mengingat lingkup pekerjaan pengacara yang sering bersinggungan, maka pengacara lain dapat juga memberikan informasi mengenai pengacara yang dimaksud.

2. Reputasi yang Dihormati
Reputasi tinggi yang dihormati seorang pengacara dapat memegang peranan penting bagi seorang klien, sebagaimana pengacara merupakan representasi dari kepentingan klien. Reputasi dapat dilihat kepada kasus profil tinggi, tingkat keberhasilan perkara, opini masyarakat, dan juga etika kerja yang maksimal. Reputasi yang baik dan dihormati dapat menciptakan rasa nyaman, kepastian, dan kepercayaan kepada seorang pengacara. 

3. Pengalaman
Dalam menentukan bidang pengacara yang paling sesuai untuk menangani dan menyelesaikan masalah hukum Anda, Pengalaman dan jam kerja tinggi seorang pengacara tidak diragukan lagi adalah hal berharga untuk penanganan kondisi pada kasus anda. Dalam hal ini, menjadi kewajaran untuk memilih pengacara yang berpengalaman menangani permasalahan hukum serupa dengan permasalahan hukum anda dan pemahamannya dalam mempraktikan hukum yang akan sangat menguntungkan apabila terdapat situasi yang tak terduga. Hal ini dapat anda ketahui berdasarkan website kantor hukum pengacara dan berita online, atau secara langsung anda dapat menghubungi pengacara tersebut dan menanyakan pengalaman kerja mereka. 

4. Komunikasi yang Baik
Seorang pengacara dapat bertindak atas nama klien untuk menyelesaikan masalah hukum Anda dan mengejar tujuan Anda, maka seorang pengacara harus memiliki keterampilan komunikasi yang sangat baik.
Pengacara harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang masalah hukum Anda dan memberikan solusi untuk menavigasi dan membantu Anda mencapai tujuan Anda. Oleh karena itu, pengacara Anda harus menyederhanakan masalah hukum yang rumit demi efektivitas pemahaman klien. Hal ini tentunya akan membangun hubungan saling percaya antara Pengacara dan klien.

5. Lokasi
Lokasi pengacara yang berada di sekitar anda menjadi penting karena akan memudahkan koordinasi, baik dalam pengaturan rapat, respon tanggap, dan pengantaran dokumen. Terlebih, permasalahan hukum kompleks membutuhkan perhatian lebih dengan rapat tatap muka agar penyampaian informasi lebih mudah disampaikan dan menciptakan hubungan terpercaya.
Dalam praktik, lokasi pengacara sangat mencerminkan kehandalannya dalam menangani perkara dengan pemahamannya mengenai peraturan dan kebiasaan penerapan hukum dalam lokasi tersebut. Dimana Pengacara di Jakarta Selatan pasti akan unggul memahami keadaan di lapangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dapat berbeda dengan Pengadilan Negeri di Kalimantan, mengingat Indonesia yang masih menganut sistem hukum HIR (Jawa dan Madura) /RBG (diluar Jawa dan Madura)/Rv (Golongan Eropa dan Timur Asing).

6. Berterus Terang akan Segala Kemungkinan Dalam Penanganan Permasalahan Hukum Anda
Kode etik pengacara telah mengatur bahwa seorang pengacara tidak boleh menjanjikan hal yang berlebihan-termasuk kemenangan kepada (calon) klien. Sepatutnya seorang pengacara dapat apa adanya menjelaskan resiko dan skenario terbaik hingga terburuk dari permasalahan hukum yang dihadapi (calon) klien, tidak menjual hal manis atau memberikan harapan yang berlebihan.

7. Kualifikasi yang Sesuai
Seorang pengacara harus memiliki ijin untuk mempraktekkan profesi dalam suatu bidang hukum tertentu. Sebagai contoh, seorang Pengurus dan Kurator yang harus bernaung di suatu Asosiasi Pengurus dan Kurator yang Terkemuka dan dirinya juga sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Anda perlu menanyakan kualifikasi seorang pengacara yang mempraktikan profesinya dalam bidang hukum tertentu, sebagai bentuk kepastian kehandalannya. Dalam kasus mengenai utang-piutang atau restrukturisasi melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan Kepailitan sangat pentingnya mempekerjakan pengacara yang juga berprofesi sebagai Pengurus dan Kurator karena keahlian dalam profesi ini akan sangat menguntungkan dalam strategi penanganan permasalahan hukum anda.

8. Profesionalisme
Dalam memberikan jasa hukum kepada Anda, seorang pengacara harus memiliki sifat-sifat profesionalisme diantaranya:
● Cepat dalam menanggapi telepon atau komunikasi dengan klien.
● Inisiatif cepat untuk menghubungi klien untuk memberikan perkembangan terkini.
● Memberikan saran dan penyelesaian yang solutif.
● Berpenampilan rapi dengan tata busana yang baik.
● Berperilaku dengan tepat.
● Bersikap hormat kepada siapa pun terlepas dari apa pun.
● Menghadiri rapat dengan tepat waktu.
● Menyampaikan pekerjaan yang baik dengan memenuhi deadline.
● Mematuhi semua hukum dan kode etik yang berlaku.

Hal-hal diatas dapat meyakinkan anda bahwa penanganan masalah hukum anda ditangani oleh pengacara yang tepat.


Read More Articles

> Layanan Hukum Profesional Pengacara Perdata di Jakarta Selatan!
KONTAK
KANTOR OPERASIONAL
  • Jl. Ciomas IV No.4
  • Rawa Barat, Kebayoran Baru
  • Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12810
KANTOR PUSAT
  • Equity Tower 37th, SCBD
  • Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
  • Jakarta Selatan, DKI Jakarta  12190

EN